SMP Negeri 5 Banjarbaru adalah
salah satu sekolah negeri yang berada di kota Banjarbaru. letak bangunannya
strategis berada di tengah kota, tepatnya di jalan Ambulung No.30 Loktabat
selatan kecamatan Banjarbaru Selatan
Kota Banjarbaru. Sekitar sekolah terdapat banyak kantor fasilitas publik,
seperti kantor Dinas Pendidikan, kantor kecamatan, kantor kelurahan, masjid, Sekolah
TK Idaman, SDN 2 Loktabat selatan dan Pasar Pemko banjarbaru.
Berikut Aset-aset atau sumber
daya yang dimiliki oleh SMP Negeri 5 Banjarbaru.
1. Modal Manusia
Dari sekolah negeri tingkat SLTP
yang berada di kota Banjarbaru, SMP Negeri 5 Banjarbaru termasuk salah satu sekolah
besar, dengan memiliki 29 kelas (rombel) dan jumlah warga sekolah diatas 1000.
yang terdiri dari 1 kepala sekolah, 3 wakil kepala sekolah, 49 Tenaga pendidik,
9 tenaga kependidikan dan 6 karyawan serta 975 siswa.
Aset yang dimiliki oleh sekolah dari unsur guru
adalah Sebagian besar guru telah bersertifikat pendidik. Beberapa guru senior
menjadi instruktur dan kordinator MGMP kota. Selain itu sebagian dari jumlah
guru adalah guru-guru muda yang punya semangat tinggi, energik dan mempunyai
kemampuan teknologi informasi yang baik. Hal ini sangat mendukung segala
kegiatan sekolah terutama pembelajaran di masa pandemi sekarang ini yang lebih
banyak menggunakan pembelajaran daring. Di samping itu, antara pimpinan
sekolah, guru dan karyawan mempunyai ikatan kekeluargaan yang sangat erat,
kompak dan saling membantu jika ada masalah atau kesulitan.
Dari unsur murid, SMP Negeri 5 ini
mempunyai siswa yang heterogen dari
berbagai potensi baik akademik maupun non akademik, bersemangat dalam kegiatan
sekolah, berpartisipasi aktif dan berprestasi dalam berbagai perlombaan baik
yang diadakan oleh Lembaga, sekolah, dinas maupun provinsi. Banyak prestasi
yang diperoleh terutama di bidang kepramukaan, PMR, seni dan olahraga.
Selain guru dan murid, ada
pengawas sekolah yang memberikan pembinaan dan pembimbingan baik terhadap
terlaksananya program sekolah maupun kepada para guru. ada juga Tenaga kependidikan
dan karyawan sekolah yang bekerja sesuai dengan tupoksi masing-masing yang
mendukung terlaksananya kegiatan sekolah. Selain itu ada orangtua siswa yang
tergabung dalam komite sekolah dan paguyuban yang selalu mendukung kebijakan sekolah,
dukungan yang diberikan berupa pemikiran, tenaga maupun finansial untuk
terlaksananya proses PBM yang berpihak pada murid.
2. Modal Fisik
SMP Negeri 5 Banjarbaru memiliki 1
kantor sekolah, 3 ruang guru dan 31 ruang kelas yang bisa menampung semua
murid, memiliki toilet yang terpisah antara toilet kepala sekolah, guru dan
siswa. Selain itu ada ruang laboratorium Bahasa, laboratorium IPA dan
Laboratorium Komputer. Mempunyai ruang BK, ruang keorganisasian seperti ruang
Osis, Pramuka, dan ruang seni. Ada juga UKS, ruang koperasi, kantin, musholla,
aula, lapangan yang luas untuk kegiatan olahraga, mempunyai panggung seni, green
house, peralatan hidroponik, tempat parkir, saluran air dan pembuangannya.
Sarana dan prasarana ini mendukung berlangsungnya pembelajaran yang bermakna
pada murid.
3. Modal Lingkungan / Alam
SMP Negeri 5 Banjarbaru adalah
termasuk sekolah Adiwiyata Nasional dan sekolah ramah anak. Sekolah ini memiliki
taman yang luas dan asri serta tertata dengan baik, di depan setiap kelas
memiliki taman kelas masing-masing, Selain itu juga mempunyai kebun belakang
yang luas yang bisa digunakan untuk media pembelajaran, disamping itu di dalam
lingkungan sekolah banyak pohon besar dan tanaman, yang membuat lingkungan asri
dan udara bersih serta sejuk. Pemanfaatan modal lingkungan ini bisa digunakan
untuk belajar murid, kegiatan ekstrakurikuler, literasi, diskusi, tempat santai
dan tempat menunggu penjemputan siswa.
4. Modal Finansial
Untuk finansial, SMP Negeri 5 Banjarbaru
ini menggandalkan dari BOS reg yang diberikan oleh pemerintah pusat, juga dari
BOSda yang diberikan oleh pemerintah daerah Kota Banjarbaru. Sekolah juga
memanfaatkan penghasilan dari kantin, kas kelas siswa dan dukungan finansial
dari orangtua murid melalui komite / paguyuban yang secara sukarela mendukung untuk
kegiatan pembelajaran murid.
5. Modal Sosial
Modal sosial yang dimiliki oleh
sekolah adalah adanya hubungan yang baik dan kerjasama yang bagus yang tidak
hanya di dalam komunitas internal, yaitu antara sesama warga sekolah, tetapi
sekolah juga menjalin hubungan dan Kerjasama yang baik dengan pemerintah
setempat, Lembaga swasta dan masyarakat luar. Hubungan yang baik di dalam komunitas
praktisi, MGMP, OSIS, arisan keluarga besar SMPN 5, komite, paguyuban orangtua
murid menjadi modal sekolah dalam
mewujudkan visi misi sekolah, melalui Kerjasama yang baik , guru bisa
meningkatkan kompetensinya, bisa berkolaborasi untuk bisa memberikan
pembelajaran yang bermakna pada murid. sekolah melakukan kerjasama dengan
perusahaan, kecamatan, BNN, polres, puskesmas, Dinas Lingkungan Hidup, dll
dalam rangka mengimplementasikan strategi pembelajaran yang berbeda pada murid.
6. Modal Politik
Modal politik yang dimiliki
sekolah adalah dengan melakukan Kerjasama dan bersinergi dengan pemerintah
setempat. Bersinergi dengan Dinas Pendidikan, Pemerintah Kota Banjarbaru,
kecamatan Banjarbaru selatan. Sekolah juga bersinergi dengan puskesmas, murid
bisa mendapatkan vaksin dan imunisasi. bekerjasama dengan PDAM menjamin
ketersediaan air di lingkungan sekolah, bekerjasama dengan Telkom menjamin
ketersediaan internet, PLN dalam penerangan lingkungan sekolah. Sekolah juga
bersinergi dengan babinsa, kepolisian membantu ketertiban lingkungan sekolah
dan Dinas Kebersihan Kota yang membantu dalam pengangkutan sampah sekolah.
7. modal Agama dan Budaya
Untuk modal agama dan budaya,
sekolah telah memiliki guru dan murid yang beragam agama, suku dan budaya.
Ketika kegiatan pembiasaan religius yang dilakukan setiap minggu kedua, murid
mendapatkan bimbingan materi sesuai dengan agama masing-masing. Sekolah juga memiliki
tenaga kontrak yang khusus mengelola program tahfidz bagi murid-murid yang
berminat menghafal Al-Qur’an. Sekolah juga memiliki kegiatan ekstrakurikuler
yang berkaitan dengan seni dan budaya untuk melestarikan kesenian dan kebudayaan
banjar, diantaranya ada ekskul musik panting yang merupakan kesenian musik khas
banjar, group maulid habsyi dan ekskul tari.
Refleksi Terhadap Pemetaan
aset yang dimiliki oleh sekolah
Setelah melakukan pemetaan aset
yang dimiliki oleh sekolah, saya tersadar bahwa ternyata aset yang dimiliki
oleh sekolah banyak dan beragam. Saya juga menyadari pentingnya peranan aset
dalam pengembangan sekolah untuk memberikan pembelajaran yang berpihak pada
murid. dari hasil pemetaan aset yang ada saya melihat ada beberapa aset yang
belum difungsikan secara optimal, terutama yang berkaitan dengan pembelajaran
yang saya ampu yaitu adanya peralatan hidroponik yang tidak terpakai dan adanya
ruang tanaman toga yang kurang terawat. Hal ini membuat saya mempunyai
pemikiran untuk bisa memaksimalkan potensi tersebut tentunya dengan melihat
potensi lainnya yang terkait.
Secara tidak sadar, pemikiran kita
selama ini terbiasa melihat dari sisi masalah atau kekurangan saja, Ketika kita
membutuhkan dukungan, dalam merancang proses pembelajaran, kita terbiasa
melihat dari sisi kekurangannya apa, bagaimana kita mencari bantuan pihak luar
untuk menutupi kekurangan tersebut. Kita seakan pasif selalu bergantung pada
pihak lain untuk bisa menyelesaikan masalah. Hal ini membuat kita menutup diri
dari nilai kemandirian dan kreatifitas untuk menggali potensi yang ada pada
diri kita. Kita tidak fokus pada kekuatan apa yang kita miliki untuk menyelesaikan
masalah tersebut atau untuk mewujudkan program pembelajaran yang berpihak pada murid.
Hal yang demikian ini dikenal dengan Pendekatan Komunitas Berbasis Aset (PKBA).
Yaitu pendekatan yang menekankan pada pemberdayaan sumber daya (aset) yang miliki.
Pendekatan berbasis aaset ini melahirkan kemandirian dan kreatifitas dari suatu
komunitas untuk bisa menyelesaikan tantangan yang dihadapi dengan bermodalkan
kekuatan dan potensi yang ada dalam diri.
Kita sebagai seorang guru yang
juga sebagai pemimpin pembelajaran seyogyannya juga bisa memberdayakan potensi
yang ada dalam diri dan potensi yang dimiliki oleh sekolah, untuk memberikan
pembelajaran yang berpusat pada murid. Peran pemimpin sekolah juga diharapkan untuk bisa memberdayakan semua
potensi yang ada untuk mewujudkan visi misi sekolah melalui program-program
pembelajaran yang berpihak pada murid. Hubungan yang baik, saling bersinergi
antara semua anggota komunitas baik itu pimpinan, tenaga kependidikan dan
karyawan dengan pendekatan berbasis aset sangat penting karena masing-masing
akan berlomba untuk memberdayakan semua potensi yang dimilikinya masing-masing.
Dengan demikian pengelolaan dan pemberdayaan aset akan berlangsung secara
optimal. Dengan pengelolaan yang baik dan pemberdayaan semua sumber daya secara
optimal, maka program-program inovatif melalui pembelajaran yang yang berpihak
pada murid akan berjalan dengan baik, sehingga terwujudnya visi misi sekolah
dan tentunya akan meningkatkan mutu pendidikan sekolah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar