Peran Seorang pendidik adalah sebagai pemimpin pembelajaran. Seorang pemimpin pembelajaran seyogyanya mempunyai kompetensi memimpin dalam upaya mengelola lingkungan belajar yang berpusat pada murid. Sebagai seorang pemimpin, kita harus mampu mengidentifikasi dan mengelola sumber daya (aset) yang dimiliki oleh sekolah untuk bisa kita jadikan kekuatan (modal) dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran yang berpusat pada murid sehingga terwujudnya visi misi sekolah dan tentunya untuk meningkatkan mutu pendidikan. Sumber daya yang dimiliki oleh sekolah meliputi modal manusia, fisik, lingkungan (alam), finansial, modal sosial, politik dan agama serta budaya.
Sekolah merupakan sebuah ekosistem yang didalamnya
terdapat jalinan interaksi antara faktor biotik (pemimpin sekolah, guru, staf,
& orangtua murid) dengan lingkungan (faktor abiotik). Hubungan antara kedua
unsur ini (faktor biotik dan abiotik) haruslah
terjalin dengan baik dan harmonis untuk bisa mendukung tersedianya
lingkungan belajar yang berpusat pada murid.
Seorang pendidik adalah salah
satu modal utama yg dimiliki sekolah
dalam penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran di sekolah. Bagaimana pentingnya
Peran pendidik dalam mengelola dan memberdayakan aset yang ada dalam diri dan
lingkungannya untuk bisa mencapai tujuan pendidikan yaitu menuntun murid dengan
segala potensi kodrat yg dimiliki untuk mencapai keselamatan dan kebahagiaan
setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat.
Dengan nilai kemandirian, reflektif, inovatif, kolaboratif dan berpihak pada
murid , seorang pemimpin diharapkan mampu mengelola sumber daya yang ada baik
itu modal dirinya sendiri, siswa, lingkungan dan pihak-pihak yang terkait untuk
bisa mendukung terselenggaranya pembelajaran yang bermakna, yaitu pembelajaran
yang memperhatikan sosial emosional murid dan pembelajaran yang memperhatikan
kebutuhan belajar setiap individu murid sesuai dengan kesiapan belajar, minat
dan profil belajar murid tersebut. Dengan memaksimalkan potensi yang dimilikinya, seorang pendidik
juga bisa membantu menyelesaikan masalah siswa atau orang lain melalui proses
coaching.
Pengelolaan dan Pemberdayaan
sumber daya yang ada akan berlangsung secara optimal jika seorang pemimpin
dalam mengambil keputusan berorientasi pada pendekatan berbasis aset, bukan
berbasis masalah atau kekurangan. Pendekatan berbasis aset adalah suatu
pendekatan yang mana seorang pemimpin mempunyai kompetensi dalam mengambil keputusan melalui program-program inovasi untuk
memberikan pembelajaran yang berpusat pada siswa dengan melihat potensi (aset) yang dimiliki. Pendekatan
berbasis aset akan melahirkan pemikiran dan sikap yang positif untuk menghadapi
tantangan atau kendala yang dihadapi dengan mengoptimalkan potensi aset yang
dimilikinya, Sehingga akan melahirkan kemandirian dan kreatifitas yang positif.
Sebaliknya pendekatan berbasis masalah akan membuat kita fokus hanya pada
masalah/kekurangan. Pendekatan ini menempatkan kita pada posisi tidak berdaya,
pasif dan merasa tergantung pada pihak lain sehingga membuat kita tidak
menyadari akan kekuatan (potensi) yang kita miliki. Bagi kami Pendekatan berbasis
Aset ini menjadi pengetahuan baru yang sebelumnya kami cenderung pada
pendekatan berbasis masalah. Tentunya pendekatan berbasis aset ini sangat baik
untuk diterapkan di sekolah.
Sebagai contoh pendekatan
berbasis aset ketika seorang guru ingin memberikan pembelajaran yang bermakna
pada murid, yang akan mengajarkan materi tentang budidaya tanaman toga. Seorang
guru dengan perannya sebagai pemimpin pembelajaran mengambil keputusan untuk
melaksanakan pembelajaran budidaya
tanaman toga secara langsung di sekolah. Dengan memaksimalkan potensi yang
dimilikinya, guru melakukan diskusi dengan pimpinan sekolah, melakukan sharing
dan kolaborasi dengan teman sejawat serta membuat rencana pembelajaran dengan
baik. Guru memaksimalkan potensi murid untuk bisa melakukan proses budidaya,
memanfaatkan potensi orangtua murid untuk ketersediaan bibit tanaman toga, memanfaatkan potensi fisik dan
lingkungan untuk ketersediaan lahan dan proses budidaya tanaman toga. dengan
memaksimalkan semua potensi yang ada, keputusan yang diambil oleh seorang
pemimpin pembelajaran untuk memberikan pembelajaran yang berpusat pada murid
akhirnya bisa terwujud.
Dari semua uraian diatas, dapat
disimpulkan bahwa peranan pemimpin dalam pengelolaan dan pemberdayaan aset yang
dimiliki sekolah sangat penting dalam terwujudnya proses pembelajaran yang
berpihak pada murid. Dengan pemanfaatan sumber daya (aset) secara maksimal,
visi misi sekolah akan terwujud dan tentunya akan meningkatkan mutu pendidikan
sekolah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar