Minggu, 13 Maret 2022

 



 

Peran Seorang pendidik adalah sebagai pemimpin pembelajaran. Seorang pemimpin pembelajaran seyogyanya mempunyai kompetensi memimpin dalam upaya mengelola lingkungan belajar yang berpusat pada murid. Sebagai  seorang pemimpin, kita harus mampu mengidentifikasi dan mengelola sumber daya (aset) yang dimiliki oleh sekolah untuk bisa kita jadikan kekuatan (modal) dalam merencanakan dan melaksanakan  pembelajaran yang berpusat pada murid sehingga terwujudnya visi misi sekolah dan tentunya untuk meningkatkan mutu pendidikan. Sumber daya yang dimiliki oleh sekolah meliputi modal manusia, fisik, lingkungan (alam), finansial, modal sosial, politik dan agama serta budaya.

Sekolah  merupakan sebuah ekosistem yang didalamnya terdapat jalinan interaksi antara faktor biotik (pemimpin sekolah, guru, staf, & orangtua murid) dengan lingkungan (faktor abiotik). Hubungan antara kedua unsur ini (faktor biotik dan abiotik) haruslah  terjalin dengan baik dan harmonis untuk bisa mendukung tersedianya lingkungan belajar yang berpusat pada murid.

Seorang pendidik adalah salah satu modal utama   yg dimiliki sekolah dalam penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran di sekolah. Bagaimana pentingnya Peran pendidik dalam mengelola dan memberdayakan aset yang ada dalam diri dan lingkungannya untuk bisa mencapai tujuan pendidikan yaitu menuntun murid dengan segala potensi kodrat yg dimiliki untuk mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Dengan nilai kemandirian, reflektif, inovatif, kolaboratif dan berpihak pada murid , seorang pemimpin diharapkan mampu mengelola sumber daya yang ada baik itu modal dirinya sendiri, siswa, lingkungan dan pihak-pihak yang terkait untuk bisa mendukung terselenggaranya pembelajaran yang bermakna, yaitu pembelajaran yang memperhatikan sosial emosional murid dan pembelajaran yang memperhatikan kebutuhan belajar setiap individu murid sesuai dengan kesiapan belajar, minat dan profil belajar murid tersebut. Dengan memaksimalkan  potensi yang dimilikinya, seorang pendidik juga bisa membantu menyelesaikan masalah siswa atau orang lain melalui proses coaching.

Pengelolaan dan Pemberdayaan sumber daya yang ada akan berlangsung secara optimal jika seorang pemimpin dalam mengambil keputusan berorientasi pada pendekatan berbasis aset, bukan berbasis masalah atau kekurangan. Pendekatan berbasis aset adalah suatu pendekatan yang mana seorang pemimpin mempunyai kompetensi  dalam mengambil keputusan  melalui program-program inovasi untuk memberikan pembelajaran yang berpusat pada siswa dengan melihat  potensi (aset) yang dimiliki. Pendekatan berbasis aset akan melahirkan pemikiran dan sikap yang positif untuk menghadapi tantangan atau kendala yang dihadapi dengan mengoptimalkan potensi aset yang dimilikinya, Sehingga akan melahirkan kemandirian dan kreatifitas yang positif. Sebaliknya pendekatan berbasis masalah akan membuat kita fokus hanya pada masalah/kekurangan. Pendekatan ini menempatkan kita pada posisi tidak berdaya, pasif dan merasa tergantung pada pihak lain sehingga membuat kita tidak menyadari akan kekuatan (potensi) yang kita miliki. Bagi kami Pendekatan berbasis Aset ini menjadi pengetahuan baru yang sebelumnya kami cenderung pada pendekatan berbasis masalah. Tentunya pendekatan berbasis aset ini sangat baik untuk diterapkan di sekolah.

Sebagai contoh pendekatan berbasis aset ketika seorang guru ingin memberikan pembelajaran yang bermakna pada murid, yang akan mengajarkan materi tentang budidaya tanaman toga. Seorang guru dengan perannya sebagai pemimpin pembelajaran mengambil keputusan untuk melaksanakan pembelajaran  budidaya tanaman toga secara langsung di sekolah. Dengan memaksimalkan potensi yang dimilikinya, guru melakukan diskusi dengan pimpinan sekolah, melakukan sharing dan kolaborasi dengan teman sejawat serta membuat rencana pembelajaran dengan baik. Guru memaksimalkan potensi murid untuk bisa melakukan proses budidaya, memanfaatkan potensi orangtua murid untuk ketersediaan bibit  tanaman toga, memanfaatkan potensi fisik dan lingkungan untuk ketersediaan lahan dan proses budidaya tanaman toga. dengan memaksimalkan semua potensi yang ada, keputusan yang diambil oleh seorang pemimpin pembelajaran untuk memberikan pembelajaran yang berpusat pada murid akhirnya bisa terwujud.

Dari semua uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa peranan pemimpin dalam pengelolaan dan pemberdayaan aset yang dimiliki sekolah sangat penting dalam terwujudnya proses pembelajaran yang berpihak pada murid. Dengan pemanfaatan sumber daya (aset) secara maksimal, visi misi sekolah akan terwujud dan tentunya akan meningkatkan mutu pendidikan sekolah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar