Minggu, 13 Maret 2022


 

SMP Negeri 5 Banjarbaru adalah salah satu sekolah negeri yang berada di kota Banjarbaru. letak bangunannya strategis berada di tengah kota, tepatnya di jalan Ambulung No.30 Loktabat selatan  kecamatan Banjarbaru Selatan Kota Banjarbaru. Sekitar sekolah terdapat banyak kantor fasilitas publik, seperti kantor Dinas Pendidikan, kantor kecamatan, kantor kelurahan, masjid, Sekolah TK Idaman, SDN 2 Loktabat selatan dan Pasar Pemko banjarbaru.

Berikut Aset-aset atau sumber daya yang dimiliki oleh SMP Negeri 5 Banjarbaru.

1. Modal Manusia

Dari sekolah negeri tingkat SLTP yang berada di kota Banjarbaru, SMP Negeri 5 Banjarbaru termasuk salah satu sekolah besar, dengan memiliki 29 kelas (rombel) dan jumlah warga sekolah diatas 1000. yang terdiri dari 1 kepala sekolah, 3 wakil kepala sekolah, 49 Tenaga pendidik, 9 tenaga kependidikan dan 6 karyawan serta 975 siswa.

Aset  yang dimiliki oleh sekolah dari unsur guru adalah Sebagian besar guru telah bersertifikat pendidik. Beberapa guru senior menjadi instruktur dan kordinator MGMP kota. Selain itu sebagian dari jumlah guru adalah guru-guru muda yang punya semangat tinggi, energik dan mempunyai kemampuan teknologi informasi yang baik. Hal ini sangat mendukung segala kegiatan sekolah terutama pembelajaran di masa pandemi sekarang ini yang lebih banyak menggunakan pembelajaran daring. Di samping itu, antara pimpinan sekolah, guru dan karyawan mempunyai ikatan kekeluargaan yang sangat erat, kompak dan saling membantu jika ada masalah atau kesulitan.

Dari unsur murid, SMP Negeri 5 ini mempunyai siswa  yang heterogen dari berbagai potensi baik akademik maupun non akademik, bersemangat dalam kegiatan sekolah, berpartisipasi aktif dan berprestasi dalam berbagai perlombaan baik yang diadakan oleh Lembaga, sekolah, dinas maupun provinsi. Banyak prestasi yang diperoleh terutama di bidang kepramukaan, PMR, seni dan olahraga.

Selain guru dan murid, ada pengawas sekolah yang memberikan pembinaan dan pembimbingan baik terhadap terlaksananya program sekolah maupun kepada para guru. ada juga Tenaga kependidikan dan karyawan sekolah yang bekerja sesuai dengan tupoksi masing-masing yang mendukung terlaksananya kegiatan sekolah. Selain itu ada orangtua siswa yang tergabung dalam komite sekolah dan paguyuban  yang selalu mendukung kebijakan sekolah, dukungan yang diberikan berupa pemikiran, tenaga maupun finansial untuk terlaksananya proses PBM yang berpihak pada murid.

2. Modal Fisik

SMP Negeri 5 Banjarbaru memiliki 1 kantor sekolah, 3 ruang guru dan 31 ruang kelas yang bisa menampung semua murid, memiliki toilet yang terpisah antara toilet kepala sekolah, guru dan siswa. Selain itu ada ruang laboratorium Bahasa, laboratorium IPA dan Laboratorium Komputer. Mempunyai ruang BK, ruang keorganisasian seperti ruang Osis, Pramuka, dan ruang seni. Ada juga UKS, ruang koperasi, kantin, musholla, aula, lapangan yang luas untuk kegiatan olahraga, mempunyai panggung seni, green house, peralatan hidroponik, tempat parkir, saluran air dan pembuangannya. Sarana dan prasarana ini mendukung berlangsungnya pembelajaran yang bermakna pada murid.

3. Modal Lingkungan / Alam

SMP Negeri 5 Banjarbaru adalah termasuk sekolah Adiwiyata Nasional dan sekolah ramah anak. Sekolah ini memiliki taman yang luas dan asri serta tertata dengan baik, di depan setiap kelas memiliki taman kelas masing-masing, Selain itu juga mempunyai kebun belakang yang luas yang bisa digunakan untuk media pembelajaran, disamping itu di dalam lingkungan sekolah banyak pohon besar dan tanaman, yang membuat lingkungan asri dan udara bersih serta sejuk. Pemanfaatan modal lingkungan ini bisa digunakan untuk belajar murid, kegiatan ekstrakurikuler, literasi, diskusi, tempat santai dan tempat menunggu penjemputan siswa.

4. Modal Finansial

Untuk finansial, SMP Negeri 5 Banjarbaru ini menggandalkan dari BOS reg yang diberikan oleh pemerintah pusat, juga dari BOSda yang diberikan oleh pemerintah daerah Kota Banjarbaru. Sekolah juga memanfaatkan penghasilan dari kantin, kas kelas siswa dan dukungan finansial dari orangtua murid melalui komite / paguyuban yang secara sukarela mendukung untuk kegiatan pembelajaran murid.

5. Modal Sosial

Modal sosial yang dimiliki oleh sekolah adalah adanya hubungan yang baik dan kerjasama yang bagus yang tidak hanya di dalam komunitas internal, yaitu antara sesama warga sekolah, tetapi sekolah juga menjalin hubungan dan Kerjasama yang baik dengan pemerintah setempat, Lembaga swasta dan masyarakat luar. Hubungan yang baik di dalam komunitas praktisi, MGMP, OSIS, arisan keluarga besar SMPN 5, komite, paguyuban orangtua murid menjadi modal sekolah  dalam mewujudkan visi misi sekolah, melalui Kerjasama yang baik , guru bisa meningkatkan kompetensinya, bisa berkolaborasi untuk bisa memberikan pembelajaran yang bermakna pada murid. sekolah melakukan kerjasama dengan perusahaan, kecamatan, BNN, polres, puskesmas, Dinas Lingkungan Hidup, dll dalam rangka mengimplementasikan strategi pembelajaran yang berbeda pada murid.

6. Modal Politik

Modal politik yang dimiliki sekolah adalah dengan melakukan Kerjasama dan bersinergi dengan pemerintah setempat. Bersinergi dengan Dinas Pendidikan, Pemerintah Kota Banjarbaru, kecamatan Banjarbaru selatan. Sekolah juga bersinergi dengan puskesmas, murid bisa mendapatkan vaksin dan imunisasi. bekerjasama dengan PDAM menjamin ketersediaan air di lingkungan sekolah, bekerjasama dengan Telkom menjamin ketersediaan internet, PLN dalam penerangan lingkungan sekolah. Sekolah juga bersinergi dengan babinsa, kepolisian membantu ketertiban lingkungan sekolah dan Dinas Kebersihan Kota yang membantu dalam pengangkutan sampah sekolah.

7. modal Agama dan Budaya

Untuk modal agama dan budaya, sekolah telah memiliki guru dan murid yang beragam agama, suku dan budaya. Ketika kegiatan pembiasaan religius yang dilakukan setiap minggu kedua, murid mendapatkan bimbingan materi sesuai dengan agama masing-masing. Sekolah juga memiliki tenaga kontrak yang khusus mengelola program tahfidz bagi murid-murid yang berminat menghafal Al-Qur’an. Sekolah juga memiliki kegiatan ekstrakurikuler yang berkaitan dengan seni dan budaya untuk melestarikan kesenian dan kebudayaan banjar, diantaranya ada ekskul musik panting yang merupakan kesenian musik khas banjar, group maulid habsyi dan ekskul tari.

Refleksi Terhadap Pemetaan aset yang dimiliki oleh sekolah

Setelah melakukan pemetaan aset yang dimiliki oleh sekolah, saya tersadar bahwa ternyata aset yang dimiliki oleh sekolah banyak dan beragam. Saya juga menyadari pentingnya peranan aset dalam pengembangan sekolah untuk memberikan pembelajaran yang berpihak pada murid. dari hasil pemetaan aset yang ada saya melihat ada beberapa aset yang belum difungsikan secara optimal, terutama yang berkaitan dengan pembelajaran yang saya ampu yaitu adanya peralatan hidroponik yang tidak terpakai dan adanya ruang tanaman toga yang kurang terawat. Hal ini membuat saya mempunyai pemikiran untuk bisa memaksimalkan potensi tersebut tentunya dengan melihat potensi lainnya yang terkait.

Secara tidak sadar, pemikiran kita selama ini terbiasa melihat dari sisi masalah atau kekurangan saja, Ketika kita membutuhkan dukungan, dalam merancang proses pembelajaran, kita terbiasa melihat dari sisi kekurangannya apa, bagaimana kita mencari bantuan pihak luar untuk menutupi kekurangan tersebut. Kita seakan pasif selalu bergantung pada pihak lain untuk bisa menyelesaikan masalah. Hal ini membuat kita menutup diri dari nilai kemandirian dan kreatifitas untuk menggali potensi yang ada pada diri kita. Kita tidak fokus pada kekuatan apa yang kita miliki untuk menyelesaikan masalah tersebut atau untuk mewujudkan program pembelajaran yang berpihak pada murid. Hal yang demikian ini dikenal dengan Pendekatan Komunitas Berbasis Aset (PKBA). Yaitu pendekatan yang menekankan pada pemberdayaan sumber daya (aset) yang miliki. Pendekatan berbasis aaset ini melahirkan kemandirian dan kreatifitas dari suatu komunitas untuk bisa menyelesaikan tantangan yang dihadapi dengan bermodalkan kekuatan dan potensi yang ada dalam diri.

Kita sebagai seorang guru yang juga sebagai pemimpin pembelajaran seyogyannya juga bisa memberdayakan potensi yang ada dalam diri dan potensi yang dimiliki oleh sekolah, untuk memberikan pembelajaran yang berpusat pada murid. Peran pemimpin sekolah  juga diharapkan untuk bisa memberdayakan semua potensi yang ada untuk mewujudkan visi misi sekolah melalui program-program pembelajaran yang berpihak pada murid. Hubungan yang baik, saling bersinergi antara semua anggota komunitas baik itu pimpinan, tenaga kependidikan dan karyawan dengan pendekatan berbasis aset sangat penting karena masing-masing akan berlomba untuk memberdayakan semua potensi yang dimilikinya masing-masing. Dengan demikian pengelolaan dan pemberdayaan aset akan berlangsung secara optimal. Dengan pengelolaan yang baik dan pemberdayaan semua sumber daya secara optimal, maka program-program inovatif melalui pembelajaran yang yang berpihak pada murid akan berjalan dengan baik, sehingga terwujudnya visi misi sekolah dan tentunya akan meningkatkan mutu pendidikan sekolah.


 



 

Peran Seorang pendidik adalah sebagai pemimpin pembelajaran. Seorang pemimpin pembelajaran seyogyanya mempunyai kompetensi memimpin dalam upaya mengelola lingkungan belajar yang berpusat pada murid. Sebagai  seorang pemimpin, kita harus mampu mengidentifikasi dan mengelola sumber daya (aset) yang dimiliki oleh sekolah untuk bisa kita jadikan kekuatan (modal) dalam merencanakan dan melaksanakan  pembelajaran yang berpusat pada murid sehingga terwujudnya visi misi sekolah dan tentunya untuk meningkatkan mutu pendidikan. Sumber daya yang dimiliki oleh sekolah meliputi modal manusia, fisik, lingkungan (alam), finansial, modal sosial, politik dan agama serta budaya.

Sekolah  merupakan sebuah ekosistem yang didalamnya terdapat jalinan interaksi antara faktor biotik (pemimpin sekolah, guru, staf, & orangtua murid) dengan lingkungan (faktor abiotik). Hubungan antara kedua unsur ini (faktor biotik dan abiotik) haruslah  terjalin dengan baik dan harmonis untuk bisa mendukung tersedianya lingkungan belajar yang berpusat pada murid.

Seorang pendidik adalah salah satu modal utama   yg dimiliki sekolah dalam penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran di sekolah. Bagaimana pentingnya Peran pendidik dalam mengelola dan memberdayakan aset yang ada dalam diri dan lingkungannya untuk bisa mencapai tujuan pendidikan yaitu menuntun murid dengan segala potensi kodrat yg dimiliki untuk mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Dengan nilai kemandirian, reflektif, inovatif, kolaboratif dan berpihak pada murid , seorang pemimpin diharapkan mampu mengelola sumber daya yang ada baik itu modal dirinya sendiri, siswa, lingkungan dan pihak-pihak yang terkait untuk bisa mendukung terselenggaranya pembelajaran yang bermakna, yaitu pembelajaran yang memperhatikan sosial emosional murid dan pembelajaran yang memperhatikan kebutuhan belajar setiap individu murid sesuai dengan kesiapan belajar, minat dan profil belajar murid tersebut. Dengan memaksimalkan  potensi yang dimilikinya, seorang pendidik juga bisa membantu menyelesaikan masalah siswa atau orang lain melalui proses coaching.

Pengelolaan dan Pemberdayaan sumber daya yang ada akan berlangsung secara optimal jika seorang pemimpin dalam mengambil keputusan berorientasi pada pendekatan berbasis aset, bukan berbasis masalah atau kekurangan. Pendekatan berbasis aset adalah suatu pendekatan yang mana seorang pemimpin mempunyai kompetensi  dalam mengambil keputusan  melalui program-program inovasi untuk memberikan pembelajaran yang berpusat pada siswa dengan melihat  potensi (aset) yang dimiliki. Pendekatan berbasis aset akan melahirkan pemikiran dan sikap yang positif untuk menghadapi tantangan atau kendala yang dihadapi dengan mengoptimalkan potensi aset yang dimilikinya, Sehingga akan melahirkan kemandirian dan kreatifitas yang positif. Sebaliknya pendekatan berbasis masalah akan membuat kita fokus hanya pada masalah/kekurangan. Pendekatan ini menempatkan kita pada posisi tidak berdaya, pasif dan merasa tergantung pada pihak lain sehingga membuat kita tidak menyadari akan kekuatan (potensi) yang kita miliki. Bagi kami Pendekatan berbasis Aset ini menjadi pengetahuan baru yang sebelumnya kami cenderung pada pendekatan berbasis masalah. Tentunya pendekatan berbasis aset ini sangat baik untuk diterapkan di sekolah.

Sebagai contoh pendekatan berbasis aset ketika seorang guru ingin memberikan pembelajaran yang bermakna pada murid, yang akan mengajarkan materi tentang budidaya tanaman toga. Seorang guru dengan perannya sebagai pemimpin pembelajaran mengambil keputusan untuk melaksanakan pembelajaran  budidaya tanaman toga secara langsung di sekolah. Dengan memaksimalkan potensi yang dimilikinya, guru melakukan diskusi dengan pimpinan sekolah, melakukan sharing dan kolaborasi dengan teman sejawat serta membuat rencana pembelajaran dengan baik. Guru memaksimalkan potensi murid untuk bisa melakukan proses budidaya, memanfaatkan potensi orangtua murid untuk ketersediaan bibit  tanaman toga, memanfaatkan potensi fisik dan lingkungan untuk ketersediaan lahan dan proses budidaya tanaman toga. dengan memaksimalkan semua potensi yang ada, keputusan yang diambil oleh seorang pemimpin pembelajaran untuk memberikan pembelajaran yang berpusat pada murid akhirnya bisa terwujud.

Dari semua uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa peranan pemimpin dalam pengelolaan dan pemberdayaan aset yang dimiliki sekolah sangat penting dalam terwujudnya proses pembelajaran yang berpihak pada murid. Dengan pemanfaatan sumber daya (aset) secara maksimal, visi misi sekolah akan terwujud dan tentunya akan meningkatkan mutu pendidikan sekolah.