Definisi Coaching
Adalah sebuah percakapan, dialog saat seorang coach dan seseorang beristeraksi dalam sebuah komunikasi yang dinamis untuk mencapai tujuan, meningkatkan kinerja dan “menuntun” seseorang mencapai keberhasilannya (Zeus and Skiffington).
Coaching dalam konteks Pendidikan
Ki Hajar Dewantara menekankan bahwa tujuan pendidikan itu menuntun tumbuh kembangnya kekuatan kodrat anak sehingga dapat memperbaiki lakunya. Coaching menjadi salah satu proses “menuntun” belajar murid untuk mencapai kekuatan kodratnya. Sebagai seorang “pamong”, guru dapat memberikan “tuntunan” melalui pertanyaan-pertanyaan reflektif dan efektif agar kekuatan kodrat anak terpancar dari dirinya. Coaching memiliki peranan yang sangat penting karena dapat digunakan untuk menggali potensi murid sekaligus mengembangkannya dengan berbagai strategi yang disepakati bersama. Jika proses coaching berhasil dengan baik, masalah pembelajaran atau masalah yang mengganggu proses pembelajaran murid akan dapat teratasi.
Untuk dapat melakukan coaching diperlukan Keterampilan dasar yang harus dimiliki oleh seorang coach, yaitu 1) keterampilan membangun dasar coaching, 2) keterampilan membangun hubungan baik, 3) keterampilan berkomunikasi dan 4) keterampilan memfasilitasi pembelajaran.
Salah satu keterampilan dasar coaching adalah Keterampilan berkomunikasi yaitu komunikasi yang memberdayakan potensi sehingga dapat menghasilkan perubahan. 4 aspek Komunikasi yang memberdayakan :
1. komunikasi asertif:
- Memahami gaya komunikasi manusia
- Komunikasi membangun relasi
- Menyamakan posisi diri dengan lawan bicara
- Membangun “respect”
2. Pendengar aktif
3. Bertanya efektif: terbuka, focus pada tujuan, reflektif, mengukur pemahaman, eksplorasi dan aksi.
4. Umpan balik positif
Salah satu model coaching yang bisa dipraktekkan dalam konteks Pendidikan adalah model TIRTA. TIRTA kepanjangan dari Tujuan, Identifikasi, Rencana Aksi dan Tanggung jawab. Dari segi Bahasa TIRTA berarti air. Air mengalir dari hulu ke hilir. Air diibaratkan murid, maka biarlah air mengalir lepas, tugas kita sebagai pendidik adalah menjaga air tetap mengalir bebas, menyingkirkan sumbatan-sumbatan yang mungkin menghambat potensi anak melalui keterampilan coaching.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar